Ta'Lim
MEMAHAMI PERBEDAAN DENGAN 'ARIF DAN BIJAKSANA Print
Written by admin2   
Wednesday, 20 January 2010
Alkisah, Imam Syafi’i salah atau Imam Madzahibul Arba’ yang terkenal cerdas dan paling banyak pengikutnya, bisa dibilang diatara hujjah-hujjahnya terkadang tidak sama dengan para muridnya dan juga dengan gurunya. Imam Hanafi, salah satu murid beliau yang paling cerdas, terkadang dalam berhujjah tidak sama dengan gurunya. Begitu juga dengan Imam Abu Hanifah, meskipun Imam Syafi’i tidak sezaman dengan beliau, Imam Abu Hanafi bagi Imam Syafi’i telah dianggap sebagai guru rohani beliau yang paling dihormati dan disegani. Hal ini terbukti dikala ada satu perbedaan mengenai kaifiyatu atau cara berdo’a. Imam Abu Hanafi dalam berdo’a, beliau tidak menyuruh para pengikutnya untuk menengadahkan atau mengangkat ke dua tangan. Sedangkan Imam Syafi’i, beliau selalu menganjurkan kepada para pengikutnya untuk mengangkat ke dua tangan. Nah, pada satu ketika di mana Imam Syafi’i saat itu berziarah ke makam Imam Abu Hanifah, sesampainya di sana, beliau ketika berdo’a tidak mengangkat ke dua tangannya. Sepintas hal ini terlihat aneh, Imam Syafi’i yang mengajarkan kepada para pengikutnya supaya mengangkat tangan ketikan berdo’a, beliau sendiri ternyata ketika berdo’a di depan makam Imam Abu Hanafi tidak mengangkat ke dua tangan. Mengapa Imam Syafi’i melakukan demikian? Hal ini tidak lain, tindakan beliau itu dalam rangka menghormati hujjah atau ajaran gurunya Imam Hanifah yang mengajarkan bahwa ketika berdo’a tidak usah mengangkat ke dua tangan.
Read more...
 
Ulama yang Intelek dan Intelek yang Ulama Print
Written by admin2   
Monday, 28 December 2009
Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk bisa mewarnai hidup dengan sejuta kemanfaatan dan haus akan ilmu pengetahuan. Sabda nabi yang berbunyi “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China”, hendaknya patut kita camkan dan bisa kita realisasikan. Dalam artian, pencarian ilmu sampai ke negeri China, bukan berarti kita yang berdomisili jauh dari negeri tersebut harus pergi ke sana. Ungkapan tersebut tidak lain adalah sebuah motivasi yang diberikan kepada kita sebagai umatnya untuk bisa mencapai atau memiliki ilmu pengetahuan seluas dan sebanyak mungkin.
Read more...
 
Muharram; Bulan Yang Banyak Dilupakan Umat Print
Written by admin2   
Tuesday, 15 December 2009
Tanggal 1 Muharram, dalam sejarah peradaban Islam, sarat dengan sejuta kisah dan kenangan bagi kaum muslimin. Umat Islam di Mesir, misalnya, yang paling merasakan berkah kemenangan 1 Muharram. Hal ini dikarenakan, pada tanggal itu mereka dibebaskan belenggu penjajahan kaisar Romawi oleh Sayidina Umar bin Khottob yang kala itu menjabat sebagai kholifah. Tepat pada tanggal 1 Muharram 19 H/ sekitar 599 M, pasukan muslimin di bawah komando Amr bin Ash RA berhasil mengusir bala tentara Romawi, yang sudah ratusan tahun bercokol di negeri Piramid itu.
Read more...
 
Kesederhanaan Hidup Imam al-Ghozaly Print
Written by admin2   
Sunday, 06 December 2009

Dalam dunia Tasawuf, sosok Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali sudah mashur dan sudah begitu banyak kaum muslimin yang mengenalnya. Namanya hingga kini masih diabadikan sejarah berkat kecerdasan otak dan begitu luasnya akan ilmu pengetahuan yang beliau miliki, sampai-sampai karyanya yang sangat fenomenal “Ihya’ Ulumuddin” mendapat pengakuan dari salah satu ulama’, bahwa kitab tersebut adalah kitab terbaik setelah Al-Qur’an. Di mana kita tahu, di dalamnya beliau sangat kompleks dalam menjabarkan dan menerangkan kesederhanaan hidup yang sepatutnya dijalani seseorang demi menggapai ridlo dari Allah SWT. Sikap Waro’, Zuhud, Tawaddu’ , dan menjauhkan diri dari penyakit hati, serta konsep hidup lainnya yang bisa diterapkan oleh siapapun dan dalam kondisi apapun.
Read more...
 
Bagaimana amal kita di hadapan Allah nanti? Print
Written by admin2   
Tuesday, 01 December 2009
Dalam satu riwayat nabi Muhammad saw pernah mewanti-wanti alias memberi satu peringatan kepada para sahabat supaya kelak di akhirat tidak menjadi orang yang “muflis” atau orang-orang yang merugi. Melihat keterangan seperti itu, spontan para sahabat bertanya, ya Rosulallah….! Siapa orang yang dimaksud rugi kelak di akhirat nanti? Lalu nabi menjelaskan, bahwa orang yang rugi kelak di akhirat adalah orang yang mempunyai banyak amal, namun ketika di hadapan pengadilan Allah, amal tersebut habis demi sedikit karena selama hidup ia sering melakukan perbuatan tercela kepada sesamanya, hingga orang yang disalahi tersebut tidak terima atas perlakuannya dan ia meminta balasan supaya amal yang dimilikinya itu diberikan kepada orang yang teraniaya tersebut. Dan orang berikutnya pun datang dengan tagihan yang sama, yakni meminta amalnya karena dahulu ia juga pernah dianiaya olehnya. Orang-orang yang datang ini tidak satu atau dua bahkan tiga orang, melainkan banyak orang, sehingga amal yang semula terlihat banyak, habis karena dimintai satu per satu orang yang pernah disakiti atau dianianya. Bahkan, ketika amalnya sudah habis, orang yang dulu pernah ia sakiti tidak terima, sehingga dosa yang dimiliki orang yang hendak meminta amalnya tersebut dilimpahkan kepada orang yang pertama, dan saat itu ia hanyalah memikul beban dosa yang dimiliki orang-orang yang pernah atau merasa didholiminya. Inilah yang dimaksud orang yang muflis kelak di akhirat.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Results 1 - 9 of 38
Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya : iri, dengki, dan akhlak buruk
 

Menu Komunitas


 
PEMBERITAHUAN: Sehubungan dengan banyaknya penipuan untuk meminta sumbangan dengan mengatasnamakan Nadhir, Ustadz dan Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, maka dengan ini kami beritahukan bahwa, Nadhir, Ustadz dan Keluarga besar pondok Pesantren Salafiyah tidak pernah meminta sumbangan kepada pihak manapun dan berupa apapun, kecuali dilakukan sendiri oleh nadhir mahad Salafiyah (KH. M. Idris Hamid dan KH. Ahmad Taufiq Aqib). | Gabung di Facebook Salafiyah di salafiyahpasuruan@yahoo.com
ame268