| Kurikulum |
|
| Monday, 07 January 2008 | |
|
Jenjang Tsanawiyah yang ditempuh selama 3 tahun merupakan masa lanjutan dalam rangka tafaqquh fiddin dan pendalaman berbagai pengetahuan keislaman tradisional yang menjadi instrumen penting dalam memasuki kajian yang lebih intens terhadap kekayaan pemikiran keislaman, sekaligus menjadi modal intelektual dalam memasuki arena da’wah dan pendidikan. Santri pada jenjang ini diajak mendalami konsep-konsep penting dalam literatur keislaman tradisional dan memberinya konteks aktual sebagai proses pengenalan aspek aksiologisnya. Materi pembelajaran pada jenjang ini meliputi: Tafsir, ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Tauhid, Fiqh (mencakup juga Ushul Fiqh dan Qawa’id Fiqh), Bahasa Arab (mencakup juga Nahwu, Muthola`ah dan Balaghoh), Faraidh, Ilmu Falak, Ilmu Manthiq (Logika), Tsaqofah (Tradisi Keislaman), dan Sejarah Islam. Pengetahuan umum yang diajarkan pada jenjang ini yaitu Bahasa Indonesia, Sejarah Indonesia dan Bahasa Inggris. Metode pembelajaran yang dikembangkan dalam jenjang ini adalah penyerapan berbagai literatur klasik secara lebih intensif dan terpadu yang didasari pengetahuan gramatika dan keterampilan membaca serta memahami literatur berbahasa Arab. Proses dialogis atau diskusi kelas mulai dikembangkan untuk merangsang kemampuan kognitif dengan pola didaktik metodik yang sesuai dengan perkembangan psikologis para santri. Pada jenjang ini pula dapat dikenali potensi, kemampuan dan minat para santri dalam disiplin ilmu keislaman tertentu yang akan sangat membantu mereka dalam mengambil spesialisasi kajian di kemudian hari. Lulus dari jenjang ini, diharapkan para santri telah menguasai dan mampu membaca literatur klasik secara memadai yang ditunjang dengan kekayaan pengetahuan keislaman, berikut aspek aksiologisnya dalam konteks aktual. Dengan demikian, para santri akan siap mengembangkan pemikiran dan pemahamannya pada jenjang yang lebih tinggi, sekaligus siap memasuki ajang da’wah dan pendidikan di tengah masyarakat pada tingkat dasar. |