| Pengajian |
|
| Monday, 07 January 2008 | |
|
PENGAJIAN Sebagaimana di berbagai pondok pesantren, meskipun program pengajaran di Pondok Pesantren Salafiyah telah dijalankan dalam sistem madrasiyah, namun model-model pengajian khas pesantren, baik sistem bandongan maupun sorogan, masih tetap dipertahankan. Pola pengajaran model pengajian akan sangat membantu para santri dalam melatih ketekunan dalam penelaahan literatur klasik, di samping sebagai proses pengayaan pengetahuan para santri yang tidak cukup diakomodasikan dalam kurikulum madrasah. Pengajian juga menjadi wahana persentuhan intens dan interaktif antara kiai dan santri dalam mentransmisikan segenap khazanah intelektual pesantren sekaligus menjadi proses internalisasi para santri di bawah bimbingan langsung kiai. Kekayaan intelektual dan spiritual kiai ibaratnya seperti telaga bagi para santri dalam tholabul ’ilmi dan dalam menjalani proses suluknya. Melalui pengajian, para santri mendapatkan kesempatan yang sangat berharga dalam memuaskan dahaga intelektual dan spiritualnya dengan mereguk telaga pesantren. Dengan sistem bandongan, kiai maupun asatidz yang mendapat kewajiban mengasuh pengajian membacakan berbagai kitab klasik, utamanya seputar pembinaan akhlaq, fadhailul a`mal, tasawwuf dan hadits-hadits pilihan, untuk disimak para santri sesuai dengan tingkat kemampuannya. Sistem sorogan dalam pengajian dilakukan sebagai latihan qiro’atul kutub bagi para santri dengan cara para santri secara individual membaca satu kitab tertentu sedangkan pengasuh pengajian sorogan ini menyimak, mentashhih bacaan serta menjelaskan isi kitab. Pilihan kitab yang dibaca pun disesuaikan dengan tingkat kemampuan para santri sendiri. Sorogan demikian pada prakteknya diasuh oleh santri-santri senior yang ditunjuk sebagai pendamping kelompok-kelompok sorogan. KITAB-KITAB YANG DIBALAGH
|