Mata Terpejam Bukan Berarti Hati Tertidur Print
Written by Zaini eL'Salafy   
Monday, 28 December 2009
Menurut kebiasaan, orang yang tertidur itu lepas dari alam bawah sadarnya. Malah, ada juga yang mengatakan kalau tidur adalah kematian sejenak. Maka dari itu setelah tidur kita dianjurkan untuk membaca doa “الحمد لله الذى بعدما اماتن واليه النشور”. Hal ini sangat berlawanan sekali dengan ba’du Auliya’. Memang jika kita lihat pada dhohirnya mereka seperti terlelap. Akan tetapi, sepertihalnya seorang nabi, hati mereka tetap berdzikir atau ibadah kepada Allah Swt. Hal ini diperkuat dengan ucapan yang telah ditulis oleh Syaikh Abdurrohman ad-Diba’I dalam kitab maulid ad-Diba’I 
 
"فلبه لا يغفل ولا ينام ولكن للخدمت على الدوام مراقب"

Artinya: Hatinya (Nabi Muhammad) tidak lalai dan tidak tidur, akan tetapi untuk khidmah selama-lamanya.


Hal inilah yang juga dialami sebagian auliya’ di penjuru dunia ini. Diantaranya adalah (Alm) Kiai Hamid.

Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, terkenal dengan bacaan wirib yang sangat panjang sekali ketika Subuh. Membaca wirid dilaksanakan sebelum shalat shubuh, yakni dengan membaca يا حي يا قيوم
  لااله الا انت 40 kali, لا اله الا الله الملك الحق المبين 100 kali dan سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم استغفرالله 100 kali. Setelah sahalat Subuh membaca “Wiridul Lathif” karya al-Qutub al-Habib Abdulloh bin Alwi al-Hadad, dan keesokannya memabaca “Lailaha Illalloh” 300 kali.

Pernah pada suatu hari, ketika membaca tahlil Lailaha Illalloh 300 kali, pada pertengahan, tasbih Kiai Hamid terjatuh dan kepala Kiai Hamid pun juga menunduk. Kala itu yang shalat di belakang imam adalah Ust. Abdul Hayyi, yang saat ini menjadi salah satu staf pengajar di Madrasah Ibtida’iyah dan Tsanawiyah Salafiyah. Ust. Abdul Hayyi pun menyangka bahwa Kiai Hamid tertidur.

Akan tetapi, di luar dugaan Ust. Abdul Hayyi Ketika bacaan tahlil sudah 300 kali, Kiai Hamid langsung menepukkan tangan sebagai isyarat berhenti. Ust. Abdul Hayyi pun terheran melihat kejadian tersebut. Padahal jelas-jelas Kiai Hamid terlihat tertidur kala itu, akan tetapi bisa memberi isyarat kalau bacaan tahlil sebanyak 300 kali itu sudah pas. Subhanalloh… sungguh menakjubkan. (zen)

 
< Prev   Next >

Menu Komunitas


 
PEMBERITAHUAN: Sehubungan dengan banyaknya penipuan untuk meminta sumbangan dengan mengatasnamakan Nadhir, Ustadz dan Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, maka dengan ini kami beritahukan bahwa, Nadhir, Ustadz dan Keluarga besar pondok Pesantren Salafiyah tidak pernah meminta sumbangan kepada pihak manapun dan berupa apapun, kecuali dilakukan sendiri oleh nadhir mahad Salafiyah (KH. M. Idris Hamid dan KH. Ahmad Taufiq Aqib). | Gabung di Facebook Salafiyah di salafiyahpasuruan@yahoo.com
ame268